Postingan

Ada apa denganku

Gambar
  9/12 Apa mungkin dunia sekejam ini, kata ini aku ungkapkan pada dunia bukan karena aku yang tertindas dalam rotasi bumi ini. Melainkan dunia yang kulihat begitu banyak kezaliman seakan-akan dunia diciptakan atas dasar hukum rimba, siapa yang kuat menindas dan siapa yang lemah akan ditindas. Hari ini Social media mengabarkan di ujung dunia tepatnya di Nigeria terjadi pembantaian, sedang kabar di ibu kota negeri ini terjadi penembakan 6 orang oleh kepolisian hingga tewas, dan di kota yang aku tinggali terdengar seorang nenek tua kehujanan di depan masjid raya Kendari karena tak punya tempat tinggal. Aku tahu masih banyak kebaikan yang bisa kulihat jika aku menoleh ke arah yang berbeda dari bumi yang berotasi ini, hanya saja aku merasa timbangan keadilan telah runtuh dari tempatnya. Rentetan kisah selalu memperlihatkan kezaliman dan ketidakadilan yang mengalahkan keadilan. Aku lebay menganggap dunia tenggelam dalam ketidakadilan, apa mungkin karena kisah yang kulihat wajah tang...

Hujan

Gambar
 27/11 Di tepi jalan aku menyingkir dari runtuhan hujan yang membasahi bumi. Sedikit basah tapi cukup membuatku menggigil diterpa angin. Mobil melaju kencang serta pengendara bermotor berhenti dan adapula yang tetap melawan hujan meski basah menerpa badan. Semakin deras dan awan semakin gelap, sementara disini aku berteduh pada atap yang sepi tak berpenghuni. Kudengar gemericik air semakin kuat berbunyi disekitarku dan awan mengeluarkan cahaya beserta letupan keras yang memekikan telinga. Diseberang jalan kulihat dia kebasahan, berjalan meski kulihat tas yang dirangkulnya berat dan basah. Payung tak mampu melindunginya dari hujan tapi langkahnya pasti dan tak terhentikan. Ku tetap terhenti, takut akan hujan yang telah membasahiku. Sementara disana ia telah semakin menjauh dan hilang di perempatan jalan ini. Hujan tak sederas sebelumnya namun gelapnya awan menandakan hujan takkan berhenti. Kupikul kembali tasku dan kuraih kendaraanku secepatnya, meski kulihat pengendara lain memakai...

Dia Yang Tak Boleh Disebut

  Dia yang namanya tidak boleh disebut... Bukan tokoh dalam cerita Harry Potter yang ditakuti oleh seluruh penjuru negeri maupun dalam sekolah sihir Hogwarts, melainkan seorang tokoh dalam dunia nyata yang ditunggu kehadirannya untuk kembali. Sekian lamanya ditunggu hingga akhirnya kembali ke negeri ini dan disambut melebihi ramainya pemimpin negeri wakanda, melebihi sambutan para oppa-oppa dari negara K-Pop. Habibana wa sahlan... Dia yang namanya tidak bisa disebut, bahkan wajahnya tidak boleh dipasang dalam dunia Social media. Siapapun yang menyebut beliau atau memposting fotonya, maka postingan tersebut akan menghilang. Bukan karena ditakuti tapi sosok ini adalah tokoh mulia cucu dari manusia terbaik sepanjang zaman, Rasulullah Saw. Entah zaman apa sekarang ini? Ketika seorang ulama dianggap sebagai konten berbahaya hingga kecerdasan buatan sosial media mempu menghapus semua tentang beliau. Sedangkan disaat yang bersamaan postingan seorang wanita hina berbaju terbuka melesat di...

Lost The Guardian

Gambar
Dia begitu geram mendengar kabar itu. Bagaimana mungkin Manusia terbaik sepanjang sejarah akan dihina dipertunjukan Opera yang mereka laksanakan. Tak hanya mengecam, namun kemarahannya membuat duta Prancis harus berhadapan dengan Sultan yang tercerdas dari seluruh pemimpi Eropa kala itu. " Aku akan menghancurkan dunia di sekitarmu jika kamu tidak menghentikan pertunjukan itu" Kata singa terakhir, sultan Abdul Hamid II. Pertunjukan itu akhirnya dihentikan, namun jauh di masa depan, di tahun 2020 Masehi di tanah yang sama yaitu Turki, sejarah terulang. Pemimpin Turki yang mengembalikan Hagia Sophia menjadi masjid, Erdogan harus mengatakan bahwa presiden Prancis harus memeriksa kesehatan mentalnya. Presiden Prancis yang menyuarakan kebebasan berpendapat dengan mendukung karikatur Nabi Muhammad Saw, tersebar di seluruh negrinya, namun mengecam ketika dia dan negara Israel dihina. Standar ganda seorang pemimpin sebuah negeri yang memiliki warga muslim, bahkan peningkatan muslim te...

Leaf without Light

Gambar
14/10 Disini aku duduk sendiri di gedung besar tempat manusia berkumpul. Tapi disini sedang gelap karena malam menghadirkan keindahan bukan seperti terangnya siang, tapi dengan kesunyian dan ketenangan daun tanpa usik angin saat ini. Kendaraan hadir melintasi jalan di hadapanku tapi daun tak terkecoh sama sekali. Bintang demikian perlahan-lahan hadir satu persatu menghadirkan pemandangan bagi mereka yang menikmatinya. Keindahan karena kebersamaan dari bintang - bintang bukan karena cahaya dari masing-masing dirinya. Tapi disini aku sendiri, mengumpulkan energi sembari berbagi kisah dengan alam. Daun yang tenang mengatakan kepadaku bahwa dirinya sebenarnya lemah, tak mampu bergerak tanpa hembusan angin dan tak memberi manfaat tanpa adanya cahaya. Diamnya saat ini bukanlah pilihannya bukan pula karena lari dari perannya, tapi bersabar dalam diam menunggu angin dan cahaya untuk kembali memberi peran maksimal saat mereka hadir. Daun, terima kasih telah mengajarkanku kesabaran, berusaha sam...

Cara Mengikuti Blog Orang Lain

Gambar
  Meski saat ini blogspot tidak setenar dulu, tapi beberapa penulis tetap setia menuangkan tulisannya di platform ini, salah satunya aku dengan blog Sahindra hindaZ ini. Mengenal sosok lewat tulisan kisah yang sedang dialaminya atau ide yang ia lukiskan dalam blog, menarik untuk aku ikuti. Beberapa blog yang aku kunjungi baik penulis yang aku kenal di dunia nyata atau penulis super yang mempunyai tangan sakti kadang tidak mencantumkan tautan "IKUTI" dalam blognya. Untuk itulah, dalam tulisan ini aku akan memberikan tips agar kamu bisa mengikuti tulisan penulis blog lainnya yang tidak ada tautan "IKUTI" pada blognya. Let's check it now !!! 1. Pertama-tama kamu masuk pada beranda blog yang ingin kamu ikuti Lalu copy url_nya. 2. Kemudian kamu masuk ke halaman postingan blog kamu. Halaman dimana kamu akan mengudarakan semua tulisan itu lho... Lalu klik garis tiga ini daaaaannnn.... 3. Daaaaannnn... klik daftar bacaan. 4. Klik icon jendela ini untuk mencantumkan blo...

Hegemoni dan terjajah

Gambar
  (29/08) 23:40 Kita pasti tahu bahwa dahulu bangsa ini pernah dijajah. Dengan senapan dihadapkan tepat kepala leluhur kita, para penjajah mengeruk kekayaan alam dan manusianya. Jutaan manusia merasakan kepahitannya saat itu, bukan hanya di Indonesia tetapi puluhan bangsa dari berbagi benua merasakan penindasan di waktu yang bersamaan. Kini puluhan tahun telah berlalu, darah perjuangan para pahlawan itu telah mulai pudar di tanah yang aku pijak sekarang ini. Bahkan beberapa sisa veteran perang yang masih hidup kini susah payah berjuang menyambung hidup di negri yang yang ia perjuangkan dulu. Sementara generasi penerus mereka kini hidup aman di tempat kelahirannya. Tidak ada lagi yang memaksa mereka untuk tunduk dan bekerja pada bangsa lain.  Tapi ternyata senapan itu masih mengarah ke kepala kami, ribuan peluru datang menembus kepala kami tanpa membuat kami berdarah. Entah kenapa peluru itu justru membuat kami semakin hedonis tertawa bahagia?? Membuat kami tiba-tiba suka menar...